Kamis, 19 Februari 2015

wanita akhir zaman

 




Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk membaca dan mentabburi al-qur'an
aku sibuk mendengarkan lagu picisan yang tak membuatku makin dekat dengan-Nya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk menambah hafalan ayat-ayat cinta Allah
aku malah asik mengahafal lagu-lagu yang melalaikan ku dari-Nya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain makin memanjangkan jilbabnya
aku malah merasa risih dengan jilbab yang terlalu panjang

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk menuntut ilmu-Nya
aku malah sibuk dengan urusan dunia yang membuat jarak dengan-Nya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain malu untuk menampakkan wajah dan fotonya
aku malah sibuk meng-upload foto-foto agar bisa dilihat semua orang

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain berusaha menundukkan pandangannya
aku sibuk memperhatikan ketampanan wajah yang bukan mahram ku

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain menjaga hubungan dan jarak dengan lawan jenisnya
aku malah terbiasa duduk berdekatan dengan pria

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain menjaga kata-katanya dengan baik
aku terlalu sering menyakiti hati orang lain dengan lisan ku

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain belajar untuk terus mempercantik hati dan akhlaknya
aku lebih asik memperhatikan fisik diri ku saja

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain senang berpuasa sunnah
aku lebih memilih selalu mengenyangkan perut ku

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain bangun di sepertiga malam untuk bermunajat pada-Nya
aku lebih memilih berselimut dan tidur sepuasnya

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk untuk berdakwah di jalan-Nya
aku lebih memilih santai dan menonton tv di rumah

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain sibuk ingin mendapat ridho dan cinta-Nya
aku malah sibuk ingin mendapat sanjungan dan cinta makhluk-Nya saja

Aku bukan muslimah yang baik..
ketika muslimah lain gelisah di saat imannya menurun
aku malah semakin lalai dengan dunia

Aku memang bukan muslimah yang baik..
namun, aku berharap bisa menjadi seperti muslimah lain yang istiqomah berjuang untuk mendapatkan cinta-NyaYa Rabb ampuni muslimah yang tidak baik ini.
semoga Engkau senantiasa membimbing muslimah yang tidak baik ini agar menjadi lebih baik di hadapan-Mu... amin yaa Mujiibassaailiin...



perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku


Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu… Lembar demi lembar kitab kupelajari… Untai demi untai kata para ustaz kuresapi…Tentang cinta para nabi. ......Tentang kasih para sahabat....Tentang mahabbah para sufi....Tentang kerinduan para syuhada. Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam. Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang ....mengawang di awan…
 Tapi Ya Rabbi,
Berbilang detik, minit, jam, hari,bulan dan kemudian tahun berlalu… Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi… Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu… Aku makin merasakan gelisahku membadai… Dalam cita yang mengawang.... Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi… Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan…
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu… Aku mencuba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali. Menatap, memohon dan menghibaMu...
Allahu Rahiim,
Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku.
Ya Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita ....Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa.... Kerana itu izinkan aku mencintaiMu......Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu .....Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku.
 Ya Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad. Atau Uthsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dinMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui recehan-dua yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi jambatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.
Ya Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan khusyuknya solat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh menujah di kakinya. Kerana itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam solat yang cuba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
 Ya Rabbii,
Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.
 
Yaa Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
 Yaa Maha Rahiim,
 Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,....yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DinMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim,
Aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
 Allaahu Rahmaanurrahiim,
 Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.......

hambaMu yang hina






ya Allah , ini lah doa seorang hambaMu yang kepayahan karna lemahnya diri
namun benar adanya ku sangat mendamba tuk bisa menjadi hambaMu yang terpilih
mendapat syafaatMu di hari ketika tak ada lagi naungan kecuali dari Mu
ijinkan aku termasuk hambaMu yang istikomah hingga ajal menjemputku,
ketika waktu itu tiba tuk menghadapMu, aku dalam keadaan yg Engkau ridhoi..

ya Rabb ijinkan aku termasuk bagian dari hambaMu yg denagn langkah2 kecilku
yg lemah melawan beratnya harus kuhadapi godaan hawa nafsu yg mengedepankan egoku
Astagfirullah sungguh tlah ku dzalimi diriku sendiri.. :( 
yaAllah sungguh tak ada yg paling ku harapkan saat ini kecuali ketika aku harus menghadapMu
maka aku dalam keadaan khusnul khotimah :')
dan kelak termasuk hambaMu yg mendapatan syafaatMu..

ya Allah betapa aku malu :'( atas semua yg Engkau beri padahal diriku selalu sering membuatMu
kecewa, entah mungkin karna ku terlena sementara Engkau beri aku kesempatan
berulang kali agar aku kembali :"(
ya Allah cukuplah Engkau saja yg menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat
dengarlah rintihan dari hambaMu yg dhaif ini, jangan biarkan aku sendirian 
di dunia ini maupun di akhirat menjerumuskan aku ke arah ke maksiatan dan kemungkaran
maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman supaya aku dan dia dapat membina
kesejahteraan hidup ke jaln yg Engkau ridhai..

ya Allah pasrahkan lah aku dengan takdirMu, sesungguhnya apa yg telah Engkau takdirkan adalah yg terbaik untukku, diriku terlalu banyak kekurangan dan karenanya aku butuh seseorang yg lebih
halus untuk menaklukan hatiku yg keras, karenany aku berharap Allh dapat mrnganugrahkan padaku seorang imam untuk berbagi banyak hal dan mrnerima apa adanya diriku